Gaya Belajar · Anvesana Research Institute

Inventori Gaya Belajar Indonesia

Memetakan preferensi dalam mengalami, mengamati, memahami konsep, dan mencoba sesuatu selama proses belajar.

Format dan jumlah
Skala 7 poin · 28 item
Estimasi pengerjaan
10-15 menit
Rentang usia
12-60 tahun
Kategori menurut manual
B

Spesifikasi mengikuti manual pengembang 2026. Kesesuaian norma, versi, dan penggunaan dibahas sebelum pelaksanaan.

Contoh data simulasi

Seperti apa hasilnya?

Contoh report Inventori Gaya Belajar Indonesia berikut memakai data simulasi, bukan hasil peserta nyata.

  • Empat preferensi proses belajar
  • Ringkasan profil dan bahan refleksi kebiasaan belajar

Preferensi bukan tingkat kemampuan atau label permanen. Hasil tidak membatasi cara seseorang dapat belajar.

Report dan contoh soal ditampilkan dalam bahasa Indonesia.

Perbesar (tab baru)

Memuat halaman...

Contoh report Inventori Gaya Belajar Indonesia, halaman 1, data simulasi

Untuk memahami apa?

Ada peserta yang lebih suka mencoba, ada yang ingin mengamati atau memahami konsep lebih dulu. IGBI membantu membicarakan preferensi tersebut melalui empat mode belajar dalam teori experiential learning Kolb.

Cakupan pengukuran

Kolb's Experiential Learning Theory

Concrete Experience
Belajar lewat perasaan, intuisi, dan pengalaman langsung.
Reflective Observation
Belajar lewat pengamatan dan perenungan sebelum bertindak.
Abstract Conceptualization
Belajar lewat pemikiran logis dan kerangka teoretis.
Active Experimentation
Belajar lewat penerapan praktis dan eksperimen aktif.

Konteks penggunaan

  • Refleksi kebiasaan belajar bersama peserta didik dan konselor.
  • Diskusi variasi aktivitas belajar di sekolah atau kampus.
  • Bahan percakapan pengembangan strategi belajar yang tetap perlu dicoba dan dievaluasi.

Cara membaca hasilnya

Preferensi bukan kemampuan dan bukan label permanen. Hasil IGBI tidak membuktikan bahwa mencocokkan pengajaran dengan satu gaya pasti meningkatkan prestasi. Hindari membatasi kesempatan belajar peserta berdasarkan profilnya.

Seperti apa bentuk soalnya?

Contoh pengenalan berikut menggunakan bahan panduan latihan, bukan bank soal asesmen. Sebagian gambar dan pilihan diadaptasi untuk pengenalan. Tidak ada skor asesmen; pilihanmu tidak dikirim atau disimpan sebagai hasil tes.

Diadaptasi dari contoh latihan

Contoh pernyataan IGBI

Saya lebih mudah mengingat sesuatu jika saya melakukannya kembali.

1 = Sangat tidak sesuai · 7 = Sangat sesuai

Bukti dan rujukan

Manual melaporkan pengujian pada 305 siswa SMA, terutama dari wilayah Bandung. Reliabilitas Reflective Observation masih berada di bawah ambang 0,70 pada studi tersebut, sehingga tidak tepat mengklaim semua dimensinya sama kuat. Artikel Kolb berikut merupakan landasan teori, bukan validasi IGBI.

Bedakan bukti tentang instrumen, riset format, dan landasan teori sebelum menggunakan hasil untuk keputusan.

Landasan teori · Kolb & Kolb, 2005

Learning Styles and Learning Spaces: Enhancing Experiential Learning in Higher Education

Membahas experiential learning dan lingkungan belajar, bukan pengujian psikometri IGBI.

Baca sumber riset (membuka tab baru)

Dasar ringkasan: Technical Manual Inventori Gaya Belajar Indonesia (2026), hlm. 2-6, 10-12

Ditinjau 27 Oktober 2026

Klien Scalify dapat meminta manual teknis lengkap. Minta manual teknis (membuka tab baru)

Dikembangkan oleh

Anvesana Research Institute

Jalankan dalam alur asesmenmu.

Scalify membantu menyiapkan akses peserta, pelaksanaan, skoring, dan hasil sesuai ruang lingkup yang disepakati. Pemilihan alat dan interpretasi tetap mengikuti kompetensi profesional serta kebutuhan asesmen.